FILM PENDEK "PUANG SORMA" KEARIFAN LOKAL MENYENTUH KESADARAN LINGKUNGAN

Andrew Silalahi


Simalungun - Pembuatan film pendek "Puang Sorma" legenda putri ular Simalungun oleh Sanggar Budaya Rayantara bekerja sama dengan Reach Fahreza (SISI LENSA) memakan waktu selama 2 hari dengan lokasi shooting yang berbeda , yakni mata air Bah Ulu Mariah Bandar, Kec. Pamatang Bandar dan Rumah Adat Gunung Malela (7-8 Juli 2019).

Sedangkan persiapan latihan adegan melalui teater sebelum pembuatan film sudah berlangsung selama 2 bulan di Galeri Pariwisata Kota Pematangsiantar. Hampir tidak ada kesulitan bagi pemeran, karena sudah terbiasa dengan dialog yang dilatih berkali kali juga pernah mengalami gugup kemudian terbiasa di depan kamera dalam pembuatan film pendek sebelumnya, "Raja Raya, Tuan Rondahaim Saragih". 

Pada saat take shooting atau pengambilan gambar, banyak penduduk mata air Bah Ulu, Mariah Bandar yang antusias berkumpul dan mengerumuni hingga sekeliling lokasi menjadi penuh ramai. Mereka memiliki keinginan yang sama agar mata air sebagai lokasi wisata  tersebut dapat semakin dikenal, berkembang, juga dipromosikan bersama sehingga mendapat pengunjung yang lebih banyak dengan penataan yang lebih baik. 


Pangulu Mariah Bandar Maralo Simanjuntak yang mendampingi proses pembuatan film pendek , memberi pesan kepada penduduk yang berada di lokasi agar pohon besar dan zona utama mata air Bah Ulu tersebut di beri pagar bambu agar selalu bersih dari sampah hingga dapat terjaga kejernihannya. 

"Dimana putri ular nya ? Kapan ditayangkan ? " tanya penduduk yang menyaksikan penasaran melihat adegan bentangan kostum ular yang meliuk liuk di atas air. Mereka mengharapkan tim sanggar budaya Rayantara dapat kembali untuk memperlihatkan hasil akhir film pendek "Puang Sorma". 

Mak Fandi Boru Damanik pemilik kedai lapak wisata mata air  yang juga menjadi tempat menginap crew dan pemeran , juga menginginkan hal yang sama. "Sudah lama tidak ada acara budaya Simalungun di sini, ketika tetua dahulu masih ada, kami masih menyaksikan acara tradisi di mata air, sayang sekarang tidak ada penerusnya" tambah nya. 

"Seram juga perubahan wujud menjadi putri ular ya" seru salah seorang penonton karena pengambilan adegan malam hari juga lokasi masih dianggap keramat. 

Pesan nya tentang kesadaran lingkungan, menjaga mata air selalu bersih dan jernih jauh dari sampah, timbal balik sebab alam telah mensuplay kebutuhan kita manusia.  Jaman dulu legenda menjadi "warning" sangat kuat walaupun kesan nya seram, sehingga penduduk berhati hati tidak sembarangan mencuci pakaian , membuang sampah sembarangan,  kotoran ternak  di lokasi mata air, sekarang banyak orang sudah tak perduli, semua lokasi wisata alam bisa penuh plastik sampah berserakan.

Kearifan lokal yang harus kita hormati , bagaimana generasi selanjutnya dapat hidup berdampingan dengan tradisi,  mewarisi dan meneruskan pesan leluhur sehingga dapat melampaui zaman.
(SS)

Penulis: Sulthan Saragih
Editor: Sulthan Saragih

Lainnya

Senin, 16 Maret 2020 10:46

Senandung Simalungun Sukses Berkumandang di Pematang Siantar

Tepat jam 7 malam acara Senandung Simalungun diawali MC Anca Damanik . Lagu Sipukah Ni Huta menjadi perdana yang dipimpin langsung oleh sang Komponis Agus Erdiaman Purba dan dinyanyikan Arlinda Br. Damanik . Saat lagu Sipukah Ni huta dikumandangkan para
Jumat, 13 Maret 2020 09:18

Senandung Simalungun Digelar di Pematang Siantar

SETELAH sukses melaksanakan beberapa pagelaran , termasuk di Pulau Samosir dan Medan kini Senandung Simalungun di kumandangkan di kota Pematang Siantar tepatnya hari Sabtu , 14 Maret 2020 di Convention hall Siantar Hotel , Pematang Siantar jam 19:00 - s
Jumat, 23 Agustus 2019 10:13

Mahasiswa Fakultas Ekonomi UNITA (Universitas Sisingamangaraja XI Tapanuli) Studi Banding ke Universiti Kuala Lumpur (Uni KL)

Pada kunjungan Studi banding di Kuala Lumpur, Mahasiswa Fakultas Ekonomi mendapatkan kuliah umum dengan materi Tourism Management and Technology yang dibawakan oleh DR. Norhisham Abdul Mutalib ( senior Lecture, Management & Entrepreneurship) selak
Kamis, 01 Agustus 2019 23:58

PRESIDEN JOKOWI DUTA PARIWISATA DANAU TOBA

Euforia masyarakat atas kedatangan Jokowi saat kunjungan kerja ke Sumatera Utara tanggal 29-31 Juli 2019 khususnya kawasan Danau Toba telah menorehkan sebuah makna tersendiri . Jokowi tidak hanya membawa program program bagus untuk kemajuan sektor wisat
Selasa, 23 Juli 2019 10:50

KOPI SIMALUNGUN BIKIN BAHAGIA DI CAFE BAHAGIA

Kota Siantar kini mulai tumbuh menjadi zona kreatif bagi kaum entrepreneur muda, salah satu nya dengan di buka nya sebuah gerai kopi simalungun , cafe bahagia di jalan bahagia, lokasi nya masuk kiri dari sekolah dan gereja HKBP jalan SKI - DI Panjaitan
Selasa, 23 Juli 2019 10:38

GENERASI MILENIAL BELAJAR TRADISI PANEN PADI SIMALUNGUN DALAM PRA FESTIVAL RONDANG BITTANG

Generasi milenial selama ini tahu marsialop ari, haroan bolon dari cerita orang tua atau salah satu tor tor Simalungun yang mereka pelajari dan tampilkan, kini mereka tahu filosofi dari kegiatan langsung di lapangan, merasakan sendiri serta terlibat b
Minggu, 14 Juli 2019 22:18

JABU SIHOL : MAGNET BARU EDUKASI DAN PELESTARIAN BUDAYA BATAK

Seiring berjalannya waktu dan perkembangan teknologi saat ini, semakin banyak anak-anak khususnya milenial yang sudah melupakan akar budaya dari diri sendiri. Banyak dari anak2 maupun anak muda sekarang yang sangat fasih menggunakan istilah2 asing
Jumat, 12 Juli 2019 06:09

YAYASAN PEDULI PENDIDIKAN MARSIURUPAN (YPPM) ANTAR SISWA/I SIMALUNGUN MERAIH SUKSES MENUJU PERGURUAN TINGGI NEGERI

Dari Simalungun untuk Indonesia, Wagner Damanik sebagai Ketua Dewan Pembina dan salah satu pendiri YPPM (Yayasan Peduli Pendidikan Marsiurupan) mengucapkan selamat dan sukses kepada siswa/i YPPM Bimbel Gratis 2019 yang lulus masuk PTN jalur SBMPTN seban
Sabtu, 06 Juli 2019 19:31

FILM PENDEK DAN PERTUNJUKAN TEATER LEGENDA "PUANG SORMA" KEMBALI DI GELAR

Rumah Produksi Sanggar Budaya Rayantara kembali menggelar pertunjukan teater tradisional Simalungun "Puang Sorma" , kisah putri kerajaan Siantar yang cantik jelita kemudian berubah menjadi putri ular, kemudian penduduk kerajaan memberi gelar P
Selasa, 02 Juli 2019 19:16

Strategi Wisata Simalungun Sebagai Pintu Gerbang Kawasan Danau Toba .

Kunjungan Wagner Damanik yang merupakan salah seorang Tokoh masyarakat Simalungun di Kedai Kopi SOC (Simalungun Original Coffee) yang di nakhodai oleh Rico Damanik bersama mitra petani kopi Sidamanik dan putra putri barista kopi yang sedang magang di SOC

Powered by.

Didukung Oleh.